Bincang Sehat di Kampung Cinta Sehat

Jagakarsa, 06 Juli 2026

Warga Kampung Cinta Sehat, RW 03 Cipedak- Jagakarta pada 6 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan Bincang Sehat: Mengenal Dampak Buruk MBDK dan Membangun Kebiasaan Hidup Sehat, bertempat di Rumah Ketua RT 02 RW 03, Cipedak. Hadir dalam acara tersebut Kelompok Ibu PKK serta anggota Karang Taruna di RW 03.

Dalam kegiatan ini, beberapa agenda dilaksanakan, yakni penjelasan umum oleh Dokter Nurul Chairani, selaku dokter di Puskesmas Jagakarsa. “Hal paling perlu mendapat perhatian yaitu rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kandungan gula tersebut menyebabkan konsumsi MBDK sering kali berlebihan dan berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular,” demikian paparnya.

Berikutnya, Chaterine dari Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia memberikan sosialisasi mengenai agenda advokasi, termasuk pengajuan gugatan, sebagai bagian dari upaya mendorong diterapkannya kebijakan Label Peringatan di Indonesia. Label Peringatan merupakan label yang memberikan informasi bahwa suatu produk memiliki kandungan gula, garam, atau lemak yang tinggi. Dan, dari diskusi yang terjadi, audiens lebih mudah memahami dan lebih yakin dalam mengidentifikasi produk melalui Label Peringatan dibandingkan model label lainnya.

Untuk semakin memperdalam pemahaman mengenai dampak buruk MBDK, acara ini menghadirkan Muhammad Farhan (20 tahun) seorang penyintas gagal ginjal. Pada sessi ini, Farhan menceritakan pengalamannya sendiri, bahwa ia pertama kali didiagnosis mengalami gagal ginjal pada usia 15 tahun. Dan, gejala awal mulai dirasakan sejak usia sekitar 12 tahun.

Diceritakan secara lebih dalam, bahwa Farhan mengonsumsi berbagai minuman berpemanis dalam kemasan, seperti Ale-Ale dan Teh Rio, tanpa pengawasan orang tua. Minuman tersebut bahkan sering dikonsumsi dalam keadaan dibekukan sehingga jumlah konsumsinya sangat banyak dan tidak terkontrol. Dan, kebiasaan tersebut membuatnya jarang mengonsumsi air putih hingga merasa tidak nyaman ketika hanya minum air putih.

Gejala awal yang saya alami antara lain pembengkakan pada wajah dan kaki, demam, pusing, tubuh lemas, hingga kejang. Pada awalnya frekuensi buang air kecil meningkat, namun lama-kelamaan justru menjadi sangat jarang,” cerita Farhan dengan suara lirih mengenang masa awal sakitnya. “Asal saya dari Brebes, daerah pegunungan yang terbatas akses pelayanan Kesehatan, kondisi tersebut menjadikan Kesehatan saya semakin memburuk sehingga akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Fatmawati di Jakarta,” lanjutnya.

Sebelum menutup ceritanya, Farhan menyampaikan pesan kepada seluruh peserta, “Jangan menunggu sakit baru peduli dengan kesehatan kita. Ketidakpedulian saya dulu semoga jadi pelajaran untuk teman-teman sekarang jangan sampai terulang. Saya tidak bisa mengubah kondisi saya saat ini tapi saya harap dengan kondisi saya ini bisa membuat 1 orang jadi peduli dengan kesehatannya

Di akhir acara, dokter Nurul Chairani memberikan catatan singkat. “Dari penjelasan Farhan, saya dapat simpulkan bahwa ia tidak memiliki riwayat infeksi saluran kemih (ISK) sebelum mengalami gagal ginjal. Perubahan berat badan sangat berpengaruh terhadap kondisinya. Selisih sekitar 2 kg saja dapat menunjukkan adanya penumpukan cairan dan racun dalam tubuh. Salah satu gejala awal diabetes atau kadar gula darah tinggi adalah sering buang air kecil. Apabila kondisi tersebut tidak ditangani dalam jangka panjang, dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan ginjal hingga gagal ginjal,” pungkasnya.HS.

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
A Haris
A Haris
Guest
3 days ago

Kampung Cinta Sehat hebat….