Saya ini adalah pengguna kereta api layanan jarak jauh yang setia. Dalam melakukan perjalanan dari Jakarta ke Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur, saya lebih memilih menggunakan layanan kereta api. Jarak waktu yang saya gunakan naik kereta api dengan pesawat dalam perjalanan atau trip yang hampir beda tipis. Tapi dari sisi kenyamanan, saya lebih nyaman gunakan kereta api dari pada pesawat terbang. Misalnya saja jika saya melakukan perjalanan Jakarta ke Yogyakarta itu persiapan perjalanan dari rumah bisa dengan pesawat terbang butuh waktu 6 jam. Jika gunakan perjalanan dengan pesawat terbang, ke bandara Soeta jauh dan butuh waktu lama. Begitu tiba di Yogyakarta, tiba di airport YIA dan ke kita butuh waktu satu jam dengan biaya lebih mahal taksinya. Sedangkan dengan kereta api sekitar 8 jam tapi perjalanan lebih praktis karena jarak stasiun yang masih di dalam kota dan lebih murah biaya transport lokalnya. Selain itu ada sensasi khusus dan pengalaman berbeda melakukan perjalanan dengan menggunakan layanan kereta api. Saya memiliki alasan khusus lainnya lebih menggunakan kereta api atau pesawat terbang. Bagi saya perjalanan jarak jauh jika bisa diakses kereta api, saya akan lebih memilih kereta api dari pada gunakan layanan pesawat terbang. Jika terjadi kecelakaan kerusakan teknis, ratio kemungkinan tetap selamat atau hidup masih ada bagi pengguna layanan kereta api dari pesawat terbang.
Tanggal 17 September lalu saya ke Solo dengan KA Mataram. Tanggal 20 September 2025 saya mau kembali ke Jakarta dengan KA Mataram. Ketika masuk stasiun saya dan orang kawan seperjalanan mendapatkan kabar bahwa KA Matraman alami kecelakaan tabrakan dengan sebuah truk di perlintasan sebidang di Arjawinangun. Jadwal keberangkatan dari Solo ke Jakarta yang awalnya jam 08.50 tertunda. Ka Mataram yang alami kecelakaan dan jadi kereta pulang kami baru akan masuk stasiun Solo sekitar jam 10.00 wib. Kereta Mataram tersebut harus masuk perawatan dulu di Solo sekitar satu jam karena baru alami kecelakaan semalam di Arjawinangun demi keselamatan perjalanan. Pengalaman ini adalah yang pertama kali dimana kereta yang mau saya tumpangi alami kecelakaan dalam perjalanan sebelumnya.
Setelah masuk stasiun Solo Balapan, sekitar sekitar 30 menit kemudian kami mendapatkan informasi dari KAI Update:
Telah terjadi insiden truk menemper atau menabrak Kereta Api Mataram (KA 76) rute Pasar Senen-Solo Balapan. Kereta Api tersebut berhenti luar biasa di kilometer 188+6 petak jalan Kertasemaya-Arjawinangun, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat hari ini Sabtu 20 September 2025, sekitar pukul 00.11 WIB untuk dilakukan pemeriksaan rangkaian.
Hasil pemeriksaan terdapat kerusakan pada lokomotif, serta masih menunggu proses pergantian. Oleh karena itu, Kereta Api Mataram (KA 76) belum dapat diberangkatkan kembali.
Kami memohon maaf atas keterlambatan yang terjadi imbas insiden ini. Update tentang kondisi di lapangan, akan disampaikan di kesempatan berikutnya. Terima kasih.
KAI121 KAIupdate
Lemahnya Sistem Informasi Darurat Kepada Pengguna Kereta Api PT KAI.
Akhirnya kami kemudian mendapatkan kabar dari KAI bahwa kami penumpang KA Mataram bisa melakukan refund sebesar 100% dan memilih kereta lain jika ingin segera kembali ke jakarta dengan kereta satu perjalanan. Untuk mengganti kereta perjalanan pulang. Akhirnya kami mendapatkan kereta sejenis yakni kereta Bangunkarta/161 yang berangkat dari Solo jam 10.00 sebagai kereta pengganti.
Saya berpikir bahwa kejadian tabrakan KA Mataram dan sebuah truk itu pada hari Sabtu 20 September 2015 tengah malam jam 00.11 wib. Kami mendapatkan informasi kecelakaan, dikirimkan ke kami baru hari Sabtu jam 08. 30 wib. Informasi bisa refund dan usulan bertukar tiket kereta perjalanan saya ke Jakarta baru hari Sabtu sekitar jam 09.20 wib. Sehingga kami harus agak panik lari ke loket tiket untuk mengajukan refund atau pengembalian tiket serta mencari kereta pengganti pulang ke Jakarta. Beruntung kami masih dapat tiket kereta Bangunkarta yang berangkat dari Solo jam 09.50 wib.
Kereta Bangunkarta yang kami gunakan baru berangkat sekitar jam 10.00 wib tiba di stasiun Jatinegara tujuan kami jam 18.21 wib. Berarti kami alami keterlambatan keberangkatan sekitar jam 10 menit. Walau kebingungan dan sedikit berlari-lari, “beruntungnya” masih dapat kereta alternatif untuk pulang ke Jakarta. Jika kami mendapatkan informasi lebih cepat maka kami bisa lebih tenang untuk memutuskan dan mencari kereta perjalanan alternatif pengganti untuk pulang ke Jakarta. Menurut saya PT KAI bisa melakukan pemberian informasi lebih cepat jika terjadi lagi masalah seperti ini di lain waktu. Agar penumpang atau pengguna jasa layanan PT KAI bisa difasilitasi mendapat informasi yang benar dengan baik dan bisa tetap nyaman dalam melakukan perjalanan jarak jauhnya.
Amankan Perlintasan Sebidang Kereta Api.
Kecelakaan seperti ini, kereta api bertabrakan dengan kendaraan bermotor atau truk di Perlintasan Sebidang atau pintu perlintasan kereta api seharusnya sudah tidak boleh lagi terjadi lagi. Sudah terlalu banyak nyawa menjadi korban dalam kecelakaan lalu lintas di persimpangan sebidang. Faktanya kejadian tabrakan di perlintasan sebidang ini terus saja masih terjadi. Sudah sebaiknya memang pemerintah berpikir serius agar kejadian tabrakan seperti ini tidak terjadi lagi demi keselamatan lalu lintas atau bertransportasi. Misalnya saja melakukan evaluasi dan menutup permintaan ilegal dan tidak bermanfaat maksimal bagi kegiatan bertransportasi. Pemerintah juga dapat menambahkan fasilitas pengamanan maksimal di setiap perlintasan sebidang dengan penjagaan yang baik dan tegas. Masa depan pemerintah bisa membangun juga memperbaiki sistem pengamanan perlintasan sebidang yang lebih modern demi keselamatan berlalu lintas masyarakat. Jika terjadi kejadian seperti ini bukan saja merugikan pelayanan dan membuat perjalanan pengguna atau konsumen kereta api tidak aman dan tidak nyaman.
Perjalanan konsumen jadi tidak nyaman seperti yang saya alami bersama penumpang kereta Mataram dari Solo ke Jakarta lainnya. Tetapi juga perjalanan jadi tidak aman, akan jatuh korban kecelakaan bisa luka-luka bahkan meninggal dunia. Untuk itu masyarakat pengguna fasilitas transportasi di sekitar perlintasan sebidang diharuskan sadar dan taat dalam berlalu lintas demi keselamatan diri sendiri serta lainnya. Masyarakat pengguna jalur di perlintasan sebidang harus mau mengendalikan diri dan membangun budaya keselamatan. Masyarakat bisa melakukan perjalanan tidak menerobos perlintasan sebidang dengan tertib dan taat aturan petugas penjaga perlintasan sebidang.
Perjalanan Solo ke Jakarta, 20 September 2025.
Azas Tigor Nainggolan.
Analis Kebijakan Transportasi.



