BEKASI – Warga RW 08, Kelurahan Wanasari, Kabupaten Bekasi, mendeklarasikan Kampung Sehat Siaga Diabetes dan Obesitas. Deklarasi ini menandai munculnya gerakan bersama warga, Pemkab Bekasi dan Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia dalam upaya menekan prevalensi penyakit tidak menular (PTM). Deklarasi diawali dengan pemeriksaan kesehatan oleh kader Posyandu RW 08 dilanjutkan kegiatan Senam Jantung Sehat yang diikuti seluruh peserta yang hadir.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Indonesia menghadapi beban ganda malnutrisi dengan angka obesitas pada dewasa mencapai 21,8 persen dan diabetes melitus sebesar 10,9 persen. Inisiatif di Kabupaten Bekasi ini hadir sebagai respons konkret dan model pencegahan dari akar rumput untuk mengatasi krisis kesehatan. Lurah Wanasari Ujang Sukrilah mengapresiasi dan dukungan penuh inisiatif Kampung Sehat. Deklarasi ini adalah bukti nyata semangat gotong royong warga Kabupaten Bekasi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat. “Deklarasi hari ini menjadi wadah bagi warga untuk menyuarakan dukungan terhadap penguatan kebijakan kesehatan publik,” ujar Ujang, Sabtu (13/9/2025).
Ketua FAKTA Indonesia Ari Subagyo menyatakan biaya kesehatan BPJS tidak cukup untuk menutupi biaya kesehatan akibat PTM. Sehingga, sebaiknya pencegahan PTM, khususnya penyakit diabetes dan obesitas dapat dilakukan melalui label peringatan pada kemasan dan penerapan Cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK). Menurut Ari, langkah warga Wanasari yang berkomitmen menerapkan gaya hidup sehat juga memberi pesan kuat bahwa perubahan nyata dimulai dari komunitas dan dapat menjadi inspirasi bagi lahirnya kebijkan publik. “Melalui deklarasi ini, RW 08, Wanasari, Cibitung, tidak hanya berbenah untuk diri sendiri, tetapi juga menjadi inspirasi kebijakan kesehatan yang lebih kuat di tingkat nasional guna mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045,” ungkapnya. Acara ditutup penandatanganan deklarasi dan penyerahan plakat penghargaan kepada warga Wanasari sebagai bentuk apresiasi.

