https://www.kompas.id/artikel/di-balik-ketegasan-pramono-anung-menghadapi-gejolak-pedagang-pasar-hewan-barito
Sepak terjang bawahan Gubernur Jakarta Pramono Anung dipertanyakan karena rangkaian gejolak relokasi Kampung Susun Bayam dan pedagang Pasar Hewan Barito.
Sudah dua kali Gubernur Jakarta Pramono Anung menghadapi gejolak relokasi warga. Pertama, relokasi warga Kampung Bayam. Kedua, relokasi pedagang Pasar Hewan Barito terkait dengan pembangunan Taman Bendera Pusaka. Komunikasi yang baik akan menentukan mulus tidaknya relokasi.
Pramono secara tertutup meletakkan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan, Jumat (8/8/2025). Groundbreaking ini berjalan meskipun masih ada penolakan dari sebagian pedagang Pasar Hewan Barito.
Pedagang direlokasi untuk pembangunan Taman Bendera Pusaka. Taman ini gabungan dari Taman Leuser, Taman Langsat, dan Taman Ayodya yang diproyeksikan menjadi ruang terbuka hijau (RTH), ikon kebangsaan, dan ruang publik ramah keluarga.
Mereka menolak relokasi lantaran sosialisasi yang dinilai terlalu singkat. Penolakan juga makin kuat karena belum siapnya sarana pendukung di Jalan Raya Lenteng Agung Timur sebagai tempat relokasi. Ketua Forum Warga Kota Indonesia Ary Subagyo Wibowo menuturkan, seharusnya ada dialog antara pemerintah, khususnya gubernur, dan pedagang untuk mendengarkan persoalan mereka secara langsung.
”Jangan hanya menerima informasi dari bawah. Bisa jadi asal bapak senang. Padahal, belum beres di lapangan,” ujar Ary, Sabtu (9/8/2025).
Kesiapan relokasi dipertanyakan sejak pertengahan Juli hingga awal Agustus 2025. Pedagang menyampaikannya dalam pertemuan-pertemuan dengan Pemerintah Kota Jakarta Selatan, Pemerintah Provinsi Jakarta, dan DPRD Jakarta.Pada 18 Juli 2025, misalnya, mereka diundang membahas sosialisasi revitalisasi Taman Bendera Pusaka dan relokasi pedagang Jalan Barito dan Jalan Gandaria Tengah.
Rapat tersebut adalah kelanjutan dari hasil koordinasi Pemerintah Kota Jakarta Selatan pada 14 Juli 2025 tentang pembahasan relokasi lokasi sementara (loksem) usaha mikro di Jalan Barito dan Jalan Gandaria Tengah III, Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Ali Murthado meninjau lokasi relokasi pada 17 Juli 2025. Setidaknya ada 66 pedagang, kebanyakan pedagang hewan dan makanan hewan yang akan dipindah pada awal Agustus.
Pemindahan sudah diawali dengan sosialisasi sejak Juni lalu. Menurut Ali, titik relokasi bakal ditata menjadi tempat ikonik di Jakarta Selatan.
Pedagang merespons pertemuan dan pernyataan pemerintah itu dengan pertanyaan apakah Pramono atau Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno sudah mengecek lokasi relokasi. Sebab, belum ada sarana dan prasarana sebagai tempat berdagang.

