Akses Layanan Transportasi Umum Bagi Masyarakat Miskin di Rusun Masih Minim.

Pernyataan Pers No. 13/RLS/III/2026

Buka Puasa Bersama saat bulan Ramadhan bisa menjadi saranan silaturahmi dan membangun perbaikan juga kebaikan bagi sesama. Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia mengadakan Buka Puasa bersama warga Kampung Ujung yang direlokasi ke Rumah Susun (Rusun) Pulo Gebang, Jakarta Timur. Warga Kampung Ujung sebelumnya sejak tahun 1997 tinggal di kawasan pemakaman Tionghoa, Kebun Nanas, Jakarta Timur. Pemukiman Kampung Ujung itu akhirnya harus dibongkar untuk perluasan areal pemakaman TPU Kebun Nanas.

Buka Puasa Bersama kemarin 12 Maret 2026 adalah sekaligus merayakan 2 bulan lalu 12 Januari 2026 warga direlokasi ke beberapa rusun di Jakarta Timur. Ada 104 keluarga warga miskin direlokasi ke rusun Pulo Gebang, Jatinegara Kaum, Cipinang Muara, Cipinang Besar Selatan, Pulo Jahe, Rawa Bebek dan PIK 2 Pulogadung di Jakarta Timur. Sebanyak 46 keluarga yang pindah direlokasi ke rusun Pulo Gebang Jakarta Timur.

Semua warga bercerita dengan bangga dan senang pengalaman hidup baru tinggal di rusun. “Sekarang saya rajin membersihkan dan mengepel rumah di rusun. Sewaktu tinggal di Kampung Ujung saya tidak pernah mengepel rumah karena lantai rumahnya hanya tanah. Bayar air PAM hanya Rp 3.100 saja sebulan. Sedangkan waktu tinggal di Kampung Ujung saya harus bayar Rp 75.000 sebulan langganan air dari warga pengelola air di kawasan pemakaman Kampung Ujung”, cerita mbak Nani salah seorang yang direlokasi ke rusun Jatinegara Kaum.

Cerita Pengalaman mbak Nani itu juga diceritakan oleh warga lainnya. Bagi mereka pengalaman baru itu menyenangkan dan cukup membayar dari pendapatan mereka sebagai pedagang kecil, petugas kebersihan, pemulung dan sopir ojek. Salah satu permohonan mereka sekarang ini adalah layanan transportasi umum yang minim kawasan pemukiman mereka di rusun seperti di Pulo Gebang. “Anak saya kalo ke sekolah sulit mendapatkan transportasi umum. Ada angkot Minitrans lewat agak jauh tapi juga tidak mau berhenti karena tidak Bus Stopnya. Begitu pula layanan Transjakarta rute C11 hanya ada satu armada melayani Pulo Gebang ke kantor Walikota Jakarta Timur. Padahal banyak sekali warga rusun Pulo Gebang yang menggunakan layanan Transjakarta C11. Seringkali kalo mobilnya rusak,

gak ada bus penggantinya. Akhir kami yang tinggal di rusun Pulo Gebang terpaksa naik ojek online yang biayanya lebih mahal. Tolong Bang Tigor bantuin minta ke Transjakarta agar membantu kami orang miskin agar diberi layanan transportasi umum yang mudah. Anak kami kan sekolahnya masih jauh, belum dipindah ke sekolah dekat rusun karena menunggu naik kelas dulu”, mbak Mimin menyampaikan harapannya agar   pemerintah   provinsi (Pemprov) Jakarta memberikan layanan transportasi umum di rusun Pulo Gebang.

Masalah minimnya layanan transportasi umum bagi warga miskin yang tinggal di rusun pernah juga saya mengurus untuk warga yang tinggal di rusun Pinus Elok, Cakung, Jakarta Timur. Minimnya layanan transportasi umum untuk warga rusun ini perlu menjadi prioritas Pemprov Jakarta sejak awal membangun rusun. Jangan ketika rusun sudah jadi dan dihuni, penghuni kesulitan layanan transportasi umum. Padahal tersedianya layanan transportasi umum itu adalah sebuah keharusan agar warga memiliki akses membangun kehidupan yang baru lebih baik. Tolong Pemprov Jakarta memberikan hak warga atas akses layanan transportasi umum kepada warga yang tinggal di rusun seperti warga di rusun Pulogebang yang jumlahnya 100 keluarga. Jika akses transportasi umum tidak ada maka warga rusun akan berusaha membeli kendaraan pribadi seperti sepeda motor. Dampaknya adalah penggunaan kendaraan pribadi akan terus meningkat dan membuat Jakarta akan macet terus. Lalu anak-anak dan warga lainnya bertransportasi dengan kendaraan pribadi yang belum tentu aman dan juga lebih mahal.

Jakarta, 13 Maret 2026.

FAKTA Indonesia.