Gagal ginjal tidak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga semakin banyak dialami generasi muda seperti Z dan milenial. Sebagian besar pengidap gagal ginjal diakibat Diabetes Melitus Tipe 2 dan Hipertensi, yang erat kaitannya dengan konsumsi tinggi gula, garam, dan lemak. Riwayat obesitas juga ditemukan sebagai faktor risiko yang memperburuk kondisi pasien. Banyak pasien gagal ginjal yang telah berjuang bertahun-tahun, mencerminkan sifat kronis gagal ginjal yang menuntut pengobatan jangka panjang. Pola umum yang muncul menunjukkan bahwa konsumsi menjadi faktor dominan dalam mempercepat kerusakan ginjal, sementara terapi hemodialisis rutin yang dijalani pasien berdampak besar pada kualitas hidup serta beban ekonomi keluarga.

