Banjir Jakarta, Masalah Menahun Setiap Tahun Terjadi.

Musin hujan kali ini sudah mulai di Jakarta setidaknya di bulan Desember 2025. Banyak kota dan daerah lain di Indonesia turun hujan dengan intensitas tinggi dan mengalami banjir besar seperti di Bekasi, Karawang Jawa Barat, Pekalongan Jawa Tengah dan Lamongan, Malang Jawa Timur. Curah hujan pada musim ini menunjukkan kualitas yang cukup tinggi dan ekstrim akibat terjadi perubahan iklim. Kota Jakarta di beberapa daerahnya sudah alami banjir sejak bulan Desember 2025 lalu. Musim hujan di Jakarta ini pun disertai dengan rob atau air naik dari laut ke daratan. Beberapa hari lalu Jakarta pada hari Minggu 18 Januari 2026 kemarin akibat intensitas hujan tinggi dan berlangsung lama yang mengakibatkan banjir di beberapa wilayah. Banjir Jakarta hari Minggu cukup berdampak serius dimana menggenangi 48 RT dan 29 ruas jalan di jakarta dalam waktu yang lumayan panjang. Para ahli mengatakan untuk mengurangi dampak perlu modifikasi cuaca di daerah terdampak untuk mengurangi intensitas hujan dan optimalisasi pompa.

Pengalaman saya pada siang hari tanggal 27 Desember 2025 lalu ketika melalui jalan A. Yani, Cawang Jakarta Timur menjadi korban banjir serius. Saya dan keluarga baru pulang ke Jakarta dari Bogor Jawa Barat, turun hujan deras ketika keluar tol Jagorawi arah Cawang, Jakarta Timur. Ketika tiba di jalan dekat simpang daerah Halim, Jakarta Timur air sudah menggenangi jalan kira-kira setinggi 40 Cm. Hujan terus turun deras dan air terus bertambah tinggi genangannya membuat pengguna jalan kelihatan panik. Para pengendara motor dan mobil sudah banyak yang alami mesin mati atau mogok.

Saya dan pengendara lain yang mesin kendaraannya masih bisa berjalan, mencoba mencari sisi jalur aman ke sisi kanan pelan-pelan agar aman dari banjir. Semua pengendara berusaha sendiri-sendiri dan tidak ada terlihat petugas polisi, satpol PP atau Dinas Perhubungan atau petugas lainnya yang membantu pengendara agar dapat aman melalui jalan yang digenangi air banjir. Tidak ada juga petugas yang memberi tahu pengendara di ujung jalan dimana bisa mencegah agar menghindar mencari jalan alternatif yang tidak tergenang air banjir agarvtidak tambah korban.

Kejadian serupa terjadi, minim langkah menolong atau mitigasi dalam peristiwa banjir hari Minggu 18 Januari 2026 kemarin. Tercatat dari pantauan Kompas.com banjir hari Minggu itu merendam daerah Pademangan Jakarta Utara selama 14 jam. Ada satu pengendara motor jatuh masuk ke kali Ancol yang berusaha melalui daerah banjir di jalan Lodan Jakarta Utara. Rekaman video atau foto liputan media massa tentang banjir hari Minggu kemarin, tidak terlihat ada kesiagaan petugas membatu memberi informasi ada banjir di jalan depan atau menolong pengendara yang kendaraannya mogok. Dalam rekaman pemberitaan media massa terlihat jelas bahwa dalam genangan air yang cukup tinggi masih banyak kendaraan bermotor yang mencoba menerobos banjir walau riskan dan berbahaya.

Menghadapi Banjir Jakarta dengan Sistem Peringatan Dini dan Bantuan Darurat.

Dalam pemberitaan banjir hari Minggu tergambarkan minim upaya mitigasi bagi korban di jalan raya. Upaya mitigasi setidaknya bisa mengurangi akibat, dampak atau kerugian atau kejadian membahayakan dari sebuah kejadian bencana atau berbahaya seperti banjir. Mitigasi bisa dilakukan dengan memberikan sistem Peringatan Dini (Early Warning System) dan Bantuan Darurat (Emergency Respon). Sistem Peringatan Dini dan Bantuan Darurat ini syarat harus ada serta dilakukan pemerintah untuk membantu korban saat bencana kecil atau besar skalanya.

Sistem bantuan Mitigasi, membantu korban bencana harus menjadi bagian penting mengelola penanganan bencana di daerah termasuk kota Jakarta memiliki masalah banjir setiap tahun.
Peringatan Dini itu penting agar bisa mengurangi dampak dan korban dengan memberikan informasi tentang bencana atau banjir yang terjadi kapan, dimana saja dan seperti apa kualitas kejadiannya. Bantuan Darurat bisa dilakukan dengan menyiapkan petugas bantuan untuk menolong yang sudah menjadi korban bencana atau banjirnya.

Banjir Jakarta adalah masalah yang sudah menahun atau hampir sering terjadi setiap tahun. Kota Jakarta sering kali alami banjir bisa karena banjir kiriman dari Bogor atau intensitas hujan tinggi. Selain itu ada sebagian wilayah di Jakarta posisi lebih rendah dari permukaan laut. Posisi rendah di bagian utara sering alami banjir karena air laut naik hingga ke daratan ( Banjir Rob). Air hujan yang tinggi dan kiriman dari Bogor adalah akibat tidak lancar menuju ke laut karena ada Rob dan air tidak bisa lancar masuk ke dalam tanah. Air tidak bisa lancar ke laut bisa karena saat bersamaan terjadi banjir Rob dari Pantai Utara Jakarta. Air hujan juga tidak bisa lancar ke laut karena sistem drainase bisa jadi bermasalah sudah tidak laik lagi karena tua atau dipenuhi sampah, kurang dirawat. Masalah buruknya drainase mengakibatkan banjir di tengah kota Jakarta akibat. Banjir di tengah kota Jakarta bisa jadi akibat kiriman dari daerah di hulu di Bogor Jawa Barat yang sedang hujan dalam intensitas tinggi mengalir ke Jakarta.

Menghadapi banjir, kota Jakarta seharusnya sudah fasih dan hafal karena banjir masalah menahun terjadi hampir setiap tahun di jakarta. Bisa melakukan mitigasi untuk membantu menangani masalah dalam waktu singkat karena sudah biasa terjadi. Mitigasi untuk waktu singkat bisa dilakukan dengan membakukan sistem Peringatan Dini dan Bantuan Darurat dalam kerja kota untuk mitigasi menolong warga dan korban banjir Jakarta. Langkah mitigasi mudah saja dilakukan dengan kemauan melayani dan menolong warga, siap sedia ketika Jakarta sejak sebelum dan sudah masuk musim hujan. Begitu pula untuk mengurangi dan mencegah banjir bisa saja kota Jakarta sejak jauh hari memeriksa dan merawat sistem saluran air atau drainase secara benar, mengelola sampah kota. Juga memberikan edukasi dan informasi menghadapi dan mencegah banjir kepada warga agar tidak jadi korban.

Operasi Modifikasi Cuaca bisa dilakukan tetapi juga perlu diingat ada banjir akibat kiriman air hujan deras dari Bogor. Kiriman deras air banjir ke Jakarta dikarenakan sudah habisnya ruang terbuka hijau atau pun daerah resapan air agar lancar masuk ke dalam tanah di Puncak dan Bogor. Mitigasi di daerah hulu di Bogor dan Puncak, Jawa Barat bisa bekerja sama dengan Pemda Jawa Barat untuk menjaga dan mengamankan wilayahnya dari penghancuran lingkungan hidup atau ekologi setempat. Rencana penghijauan dan menjaga daerah Puncak dan Bogor harus segera dimulai secara tegas dan konsisten. Pendek kata, banjir Jakarta adalah masalah yang sudah menahun bisa ditangani dan dipecahkan dengan langkah:

  1. Mitigasi, menurunkan tim petugas untuk menjalankan sistem Peringatan Dini dan Bantuab Darurat.
  2. Merawat dan memperbaiki sistem drainase Jakarta agar jalan air ke laut lancar.
  3. Memperbaiki dan merawat kondisi ekologi hutan serta ruang terbuka hijau di kawasan Puncak juga Bogor.
  4. Membuat manual modul Mitigasi banjir dan bencana alam untuk diberikan serta disosialisaikan kepada setiap warga Jakarta.
  5. Melakukan edukasi menjaga keutuhan lingkungan ekologi yang merupakan Ciptaan Tuhan.
  6. Mengadakan sistem Informasi Peringatan Dini dan Bantuan Darurat yang mudah diakses untuk warga.

Jakarta, 20 Januari 2026.
Azas Tigor Nainggolan.
Wakil Ketua Forum Warga Kota (FAKTA) Jakarta