Korupsi Penguasa Dalang Segala Bencana di Indonesia.

Pada nyatanya, akhirnya para pahlawan perjuangan Indonesia seperti Sisingamangaraja XII dan Cut Nya Dien menangis karena melihat sekarang ini bangsanya kalah serta dihancurkan oleh

bangsa sendiri, tanah airnya hancur. Tanah air yang mereka perjuangkan di hancurkan oleh kerakusan orang Indonesia sendiri yakni para penguasa, pejabat pemerintah dan para pemodal. Para pahlawan yang berjuang mempertaruhkan nyawa untuk mengusir penjajah, kini tanahnya dihancurkan oleh keserakahan dan korupsi bangsanya sendiri. Para penguasa, pejabat pemerintah dan pemodal sekarang menjarah dan korupsi mengorbankan kehidupan dan keutuhan ciptaan Tuhan termasuk nyawa rakyat itu sendiri. Alam dan rakyat Indonesia di rusak serta dimiskinkan

Bencana ekologis yang terjadi di Aceh, Sumatera dan Sumatera Barat juga di banyak daerah lain di Indonesia adalah akibat kerakusan dan korupsi yang dilakukan para penguasa – pejabat pemerintah. Tanah yang diperjuangkan oleh para pahlawan seperti Sisimangaraja XII dan Cut Nya Dien dihancurkan diperjualbelikan oleh pejabat pemerintah Indonesia kepada para pemodal untuk dihancurkan. Akhirnya terjadilah kehancuran bencana ekologis yang menewaskan ribuan rakyat Indonesia.

Korupsi Penguasa Dalang Segala Bencana di Indonesia.

Korupsi di Indonesia sekarang ini sudah dilakukan para penguasa dan pejabat pemerintah bukan lagi diam-diam atau tertutup. Semua kasus korupsi sudah dilakukan secara terbuka dan kelihatan jelas, terang benderang. Para pelaku korupsi pun sudah tidak ada malu lagi ketika tertangkap atau takut terungkap kasusnya. Bahkan kasus korupsi dilakukan oleh para pejabat secara berantai dan berkelanjutan secara sadar penuh. Bila satu kasus korupsi terungkap, itu menjadi kesempatan pejabat lain. Pembiaran kasus korupsi bahkan untuk menekan atau menyandera untuk kepentingan kekuasaan pejabat lainnya. Kasus korupsi yang terungkap pun dijadikan lahan korupsi bagi pejabat di atasnya atau para aparat penegak hukum yang menanganinya. Banyak sekali kasus korupsi yang dibuka atau dibongkar tapi tidak tuntas hanya untuk konsumsi pejabat lainnya.

Para pejabat atau penguasa menggunakan kasus korupsi sebelumnya hanya untuk melakukan pergantian dan menjatuhkan pejabat yang mau digantikan oleh pejabat lain. Bisa juga penguasa yang baru menggantikan pejabat yang lama agar bebas melakukan korupsi demi jabatan atau kekuasaannya. Penggantian pejabat di pemerintahan dan di perusahaan negara atau daerah hanya untuk upaya mengeruk kekayaan rakyat dan merusak sumber alam Indonesia. Begitulah yang terjadi di Indonesia sekarang ini, korupsi dipelihara dan dijadikan sumber kekayaan pribadi

karena keserakahan para penguasa dan pejabat di pemerintahan.

Pelaku korupsi akan dijadikan lahan basah atau sumber pendapatan uang bagi aparat penegak hukum yang menanganinya. Jadi memang kasus korupsi atau perilaku korupsi terus dipelihara dan dibiarkan hidup subur di Indonesia. Korupsi dan perilaku korupsi terus tidak pernah ditangani atau dibongkar secara tuntas. Kekayaan alam Indonesia yang diberikan Allah Pencipta untuk kesejahteraan rakyat habis dijual dan dirusak oleh keserakahan penguasa dan pejabat. Juga semua aset negara milik rakyat pun dikelola secara koruptif untuk kepentingan penguasa.

Para penguasa dan pejabat pemerintah berkolusi, berselingkuh dengan para pemodal atau pengusaha untuk merusak kekayaan alam dan semua aset negara. Tidak ada satu pun ruang pemerintahan di Indonesia, baik pusat maupun yang pejabatnya bersih bebas dari perilaku

korupsi selama berpuluh tahun. Korupsi di Indonesia dilakukan secara bersama dan kompak para penguasa dan pejabat pemerintah. Korupsi telah merusak alam dan memiskinkan rakyat Indonesia. Tidak ada sejengkal tanah pun di Indonesia sekarang ini bebas dari kebijakan atau perizinan korupsi penguasa. Begitu pula tidak ada satu pun jabatan, usaha dan kegiatan publik yang bersih bebas korupsi.

Bencana Ekologis di Sumatera dan di seluruh Indonesia seperti banjir bandang, banjir perkotaan, kekeringan, masalah sampah, polusi udara, kemacetan, dan semua yang memiskinkan rakyat sekarang ini adalah akibat dari perilaku korupsi penguasa juga pemerintah selama ini. Semua

peristiwa bencana ekologis dan pemiskinan yang terjadi di Sumatera dan di seluruh daerah di Indonesia dibongkar alam semesta sendiri yang sudah tidak tahan. Alam semesta ingin menunjukkan korupsi penguasa menjadi dalang bencana menghancurkan Indonesia. Para pejuang Indonesia seperti Sisingamangaraja XII dan Cut Nya Dien juga pejuang lainnya berjuang mengorbankan nyawa untuk kemerdekaan Indonesia. Sementara para penguasa dan pejabat pemerintah setelahnya berjuang hanya untuk kekuasaan dan melakukan korupsi secara terbuka tanpa takut serta tanpa malu dengan mengorbankan hidup rakyat Indonesia.

Kita harus belajar dari peristiwa bencana ekologis akhir November 2025 adalah akibat proses panjang perilaku serakah dan korupsi. Penguasa berselingkuh dengan pemodal atau pengusaha yang merusak tanah air Indonesia karena kerakusan. Penguasa, pejabat pemerintah dan pemodal senang-senang di atas penderitaan alam semesta serta rakyat Indonesia. Padahal para penguasa, aparat pemerintah dan pemodal tidak pernah berjuang mengorbankan nyawa untuk kemerdekaan Indonesia. Hidup mereka thanya untuk menguras kekayaan alam dan aset rakyat, menghancurkan tanah Indonesia. Melawan para koruptor dapat dilakukan dengan merubah perilaku diri tidak serakah dan mau bersikap kritis membela keutuhan ciptaan Tuhan. Saatnya

kita mau peduli mari membersihkan Indonesia dari para pejabat yang rakus dan korupsi. Kita tidak bisa lagi diam karena kita juga akhirnya yang menjadi korban nantinya.

Selamat Tahun Baru 2026.

Jakarta, 29 Desember 2025.

Dr. Azas Tigor Nainggolan.

Advokat di Jakarta.