Ibrahim, Anak yang Divonis Gagal Ginjal oleh Dokter RS Koja.

Nama : Ibrahim
Usia : 15 tahun.
Sekolah : Kelas 9
Alamat : Cilincing, Jakarta Utara

Ibrahim anak satu satunya ibu Siti Rohmani ,sejak di vonis dokter Rumah Sakit Koja Ibrahim terkena gagal ginja dan harus cuci darah ibu Siti Rihmani shoc dan panik, tapi ibu Siti Rohmani tidak putus asa dia bersemangat untuk membawa Ibrahim berobat ke Rumah Sakit Koja dengat tekad serta keyakinan yang besar Ibrahim pasti sembuh.

Awal mula Ibrahim Sakit ibu Siti Rohmani tidak tau kalau ibrahim sakit ginjal, ibu Siti Rohmani mengira Ibrahim sakit biasa saja, tapi lama kelamaan badan Ibrahim yang tadinya gemuk, energik, penuh semangat tiba- tiba saja menjadi Kurus, lemas dan semangatnya hilang.

Kemudia ibu Siti Rohmani membawa Ibrahim berobat ke Rumah Sakit Koja, dengan berbagai rangkaian tes di Rumah Sakit Koja dokter memvonis Ibrahim terkena gagal ginjal, hal itu dilihat dari hasil USG dan rangkaian pemeriksaan lainnya serta dilihat dari kondisi badan Ibrahim yang terus menurun, badan yang tadinya gemuk perlahan mulai kurus, lemas dan tidak bersemangat.

Menurut keterangan ibu Siti Rohmani dalam Keluarganya tidak ada yang mempunyai riwayat sakit gula/ginjal, seingat ibu Siti Rohmani Ibrahim memang sejak SD kls 6 suka sekali jajan minuman yang manis seperti teh jus, spirte & teh gelas sehingga ginjal Ibrahim yang sebelah kiri tidak berkembang hasil dari USG, kemudian Rumah Sakit Koja menyarankan untuk cuci darah tapi orang tua Ibrahim menolaknya, karena orang tua Ibrahim menolak makan Rs. Koja meminta Ibrahim dibawa berobat ke RSCM.

Ibrahim berobat di RSCM Sejak masuk sekolah SMP kls satu (1) dan sekarng Ibrahim sudah naik Kelas tiga (3), kurang lebih 2 tahun Ibrahim berobat di RSCM dengan menggunakan BPJS, tapi menurut orang tua Ibrahim banyak juga obat obatan yang tidak di coper BPJS sehinga orang tua Ibrahim kewalahan dan harus kerja keras mancari uang untuk membeli obat Ibrahim.

Alhamdulillah sekrng kondisi Ibrahin sudah ada perkembangan lebih baik, yang tadinya badan Ibrahim kurus, lemas,lesu, tidak bersemangat skrng membaik, Ibrahim juga yang tadinya berobat satu minggu sekali sekarng menjadi satu bulan sekali ke RSCM.

Ibrahim bukan satu satunya anak yang harus berjuang bertahan hidup dari ganasnya penyakit gagal ginjal, menurut keterangan ibu Siti di Rumah Sakit Cipto setiap harinya banyak sekali pasien yang harus cuci darah karena gagal ginjal.

Dengan banyaknya anak anak yang sakit gagal ginjal sampai harus cuci darah maka peran pemerintah untuk melindungi penerus bangsa ini sangatlah dibutuhkan.

Pemeruntah harus hadir berperan aktif mengawasi peredaran MBDK di Kantin dan di Warung Sekolahan agar anak anak tidak jajan sembarangan membeli minuman berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) yang di jual bebas tanpa adanya pengawas dari Pemerinta dan sangat murah harganya.

Dengan banyaknya korban sakit gagal ginjal yang ada saat ini maka Peraturan Pemerintah (PP) untuk mengatur peredaran MBDK sangalah dibutuhkan.

Pemerintah dalam Ini Persiden harus segera mengeluarkan PP untuk pengatur dan mencegah peredaraan MBDK yang bebes tanpa adanya pengawasan.

Cukai MBDK juga harus segera di tetapkan, hal ini untuk mengontrol peredaran MBDK serta untuk melindungi anak anak agar tidak jajan sembarangan karena harganya menjadi lebih mahal, cukai MBDK juga untuk melindungi anak anak dari penyakit yang diakibatkan minuman manis seperti diabetes, obesitas dan gagal ginjal.

Minggu, 20 Juli 2025.
Sumiati (Mbak Yati)
Status : Pendamping FAKTA INDONESIA