<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>diabetes &#8211; FAKTA Indonesia</title>
	<atom:link href="https://fakta.or.id/tag/diabetes/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://fakta.or.id</link>
	<description>Forum Warga Kota Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 Aug 2025 15:47:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://fakta.or.id/wp-content/uploads/2024/08/faktafav.png</url>
	<title>diabetes &#8211; FAKTA Indonesia</title>
	<link>https://fakta.or.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kampung Siaga Obesitas dan Diabetes Kota Bogor</title>
		<link>https://fakta.or.id/2025/08/23/kampung-siaga-obesitas-dan-diabetes-kota-bogor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fakta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2025 08:43:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[CUKAIMBDK]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[kampung sehat]]></category>
		<category><![CDATA[MBDK]]></category>
		<category><![CDATA[MINUMAN BERPEMANIS]]></category>
		<category><![CDATA[OBESITAS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://fakta.or.id/?p=1727</guid>

					<description><![CDATA[https://rri.co.id/kesehatan/1787821/kampung-siaga-obesitas-dan-diabetes-kota-bogor KBRN, Bogor : Deklarasi Kampung Sehat Siaga Obesitas dan Diabetes di Pabaton berlangsung dengan adanya komitmen menjalankan program kesehatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://rri.co.id/kesehatan/1787821/kampung-siaga-obesitas-dan-diabetes-kota-bogor">https://rri.co.id/kesehatan/1787821/kampung-siaga-obesitas-dan-diabetes-kota-bogor</a></p>



<p>KBRN, Bogor : Deklarasi Kampung Sehat Siaga Obesitas dan Diabetes di Pabaton berlangsung dengan adanya komitmen menjalankan program kesehatan tersebut.&nbsp;Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengapresiasi inisiatif warga Pabaton dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan bebas dari ancaman obesitas serta diabetes melalui deklarasi Kampung Sehat Siaga Obesitas dan Diabetes.&nbsp;</p>



<p>Deklarasi ini menjadikan Pabaton sebagai kampung pertama di Kota Bogor yang berkomitmen mencegah obesitas dan diabetes melalui gerakan pembatasan konsumsi gula, garam, dan minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK).Dedie Rachim menilai bahwa inisiatif dari bawah (bottom-up) seperti ini lebih efektif dalam membangun kesadaran kolektif ketimbang kebijakan yang bersifat dari atas (top-down).</p>



<p>“Kalau sesuatu datang dari warga dengan inovasi dan ide-ide kreatif, tentu akan lebih mudah diimplementasikan. Yang jadi perhatian khusus adalah bahaya minuman berpemanis dalam kemasan, karena kadar gulanya tinggi dan membahayakan. Kalau tidak diperhatikan, akan sulit menyadarkan warga,” ujar Dedie Rachim di Kampung Sehat Pabaton Indah (Kasep) RW07, Jalan Pancawarna, Pabaton Indah, Kota Bogor, Sabtu (23/8/2025).</p>



<p>Dedie Rachim menyebut bahwa deklarasi yang dilakukan oleh warga Pabaton Indah ini dapat menjadikan wilayah ini sebagai little Singapore from Bogor City, karena berfokus pada kebersihan dan kesehatan. Hal ini berdasar pada latar belakang Pabaton yang memiliki Komunitas Warga Tanpa Tembakau (KWTR), yang telah mendapatkan penghargaan tingkat nasional pada tahun 2023 dan telah memenangkan lomba Bogorku Bersih. </p>



<p>“Semuanya ini berasal dari kesadaran warga, mereka ingin maju, mereka ingin sehat, dan tentunya ini harus kita dukung,” ucap Dedie Rachim. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno, menyebut bahwa prevalensi obesitas di Kota Bogor mencapai 11,7 persen atau 1 dari 9 orang, angka yang terus meningkat dari tahun sebelumnya. Karena itu, ia menilai Pabaton dapat menjadi percontohan bagi kampung lain.</p>



<p>“Kampung Pabaton ini menjadi yang pertama mendeklarasikan kampung sehat dengan fokus pada obesitas dan diabetes. Ke depan tentunya ini akan kami replikasi di kampung lain sebagai bagian dari gerakan Germas di Kota Bogor,” kata Retno.</p>



<p>Ia menambahkan bahwa kampung sehat ini merupakan bagian dari Kampung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang sudah ada di Kota Bogor, dengan fokus pada aktivitas fisik, konsumsi makanan seimbang, kurangi gula dan garam, konsumsi buah dan sayur, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Forum Warga Kota Indonesia (FAKTA), Ari Subagio Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan ini diinisiasi oleh FAKTA bersama dengan masyarakat setempat. Ia menuturkan bahwa sebelumnya warga Pabaton telah menggagas kawasan tanpa rokok, lalu mengembangkannya menjadi gerakan siaga obesitas dan diabetes.</p>



<p>“Obesitas dan diabetes semakin banyak dialami anak-anak maupun orang dewasa di Kota Bogor. Karena itu, warga Pabaton berinisiatif membuat gerakan ini. Tujuannya bukan melarang, tapi membatasi dan menyadarkan masyarakat agar lebih bijak mengonsumsi gula,” jelas Ari.</p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Tahun Cuci Darah, akibat Gagal Ginjal</title>
		<link>https://fakta.or.id/2025/08/12/5-tahun-cuci-darah-akibat-gagal-ginjal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fakta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2025 23:22:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Cuci darah anak]]></category>
		<category><![CDATA[CUKAIMBDK]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Gagal Ginjal Anak]]></category>
		<category><![CDATA[hemodialisis]]></category>
		<category><![CDATA[hypertensi]]></category>
		<category><![CDATA[MBDK]]></category>
		<category><![CDATA[OBESITAS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://fakta.or.id/?p=1699</guid>

					<description><![CDATA[Menyedihkan sejak usia empat belas tahun F telah mengalami Gagal Ginjal, akibat pola hidup dan kurang pengawasan orang tua. Saya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Menyedihkan sejak usia empat belas tahun F telah mengalami Gagal Ginjal, akibat pola hidup dan kurang pengawasan orang tua. Saya tahu F karena video viral yang diposting oleh akun Tiktok Sobatpasien pada tahun 2024. Saat saya melihat video tersebut rasa takut langsung menghampiri diri saya, dan mulai bertanya “kok ada ya yang gak suka air putih”. Dalam video tersebut F menjelaskan kondisinya yang terkena penyakit Gagal Ginjal akibat tidak pernah minum air putih dan lebih sering mengkonsumsi minum-minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK). Penyakit Gagal Ginjal inilah yang membuat F harus cuci darah atau hemodialisis tiga kali seminggu selama lima tahun (2020-2025). Sejak awal 2025 ini F cuci darah dengan CAPD, Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis.</p>



<p>Sampai pada akhirnya, kami FAKTA Indonesia menggunakan video Sobatpasien untuk kebutuhan advokasi Cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK). Pengakuan dan pengalaman F yang tergantung dan tidak suka minum air putih itu menjadi penyebab dirinya alami gagal ginjal. Pengalaman F ini penting dan perlu diketahui serta disadari oleh publik agak tidak alami gagal ginjal.</p>



<p>Setelah perjalanan panjang, akhirnya saya berkesempatan bertemu langsung dengan F di kediamannya, daerah Depok, Jawa Barat. Bermula bertemu dengan orang tua F yang menyempatkan pulang ke rumah padahal diwaktu itu ibu masih kerja. ya Ibu Solihah bekerja sebagai ART dekat dari rumahnya, demi keberlangsungan hidup keluarga. Sambutan baik terlihat dari ibu dan bapaknya F saat kami datang. Kami pun langsung duduk di teras rumah sederhana dengan pemandangan dapur dan jemuran pakaian. Sambil mba Siska, kawan FAKTA Indonesia ngobrol dengan sang ibu, saya siapkan peralatan untuk wawancara F.</p>



<p>Ada empat belas pertanyaan yang sudah disiapkan oleh penanggung jawab “Studi Kasus Pengalaman Anak dan Remaja Penderita Diabetes dan Gagal Ginjal Akibat Konsumsi Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK)”, yaitu Catherine. Namun beberapa kali pertanyaan itu saya kembangkan untuk mengorek lebih dalam terkait penyakit yang dialami oleh F, beberapa kali pertanyaan saya lontarkan mirip dengan video viral sobatpasien. “Benar kamu tidak pernah konsumsi air putih? Boleh sebutkan jenis minuman kemasan apa yang kamu minum setiap hari?”, tanya saya kepada F. Saya senang F selalu menjawab pertanyaan saya sesuai konteks pertanyaan, dan tepat sasaran.</p>



<p>Setelah kamera off kami dan wawancara selesai, kami masih berbicara santai dengan F dan keluarga. Selama proses wawancara F sempat memperlihatkan kondisi badannya akibat cuci darah. “Pegang aja mas gak apa-apa, kalau sekarang sudah tidak bisa lewat sini mas, sambil memegang area sekitar leher, karena sudah tersumbat. Jadi sekarang saya lakukan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) cuci darah melalui perut mas, dan dilakukan sendiri. Dalam sehari saya lakukan CAPD sebanyak enam kali. Jadi 4 jam sekali saya harus ganti cairan ini&#8221;, F menjelaskan proses CAPD sambil menunjuk perut yang terlilit selang.</p>



<p>Hari sudah sore, saya dan Siska juga ingat kalau ibu masih bekerja, kami izin pamit dan tak lupa memberi bingkisan untuk F. Sambil pamit pulang saya juga memberi dukungan kepada F untuk tetap semangat menjalani semua ini.</p>



<p>Rayi Fahmi<br>12&nbsp;Agustus&nbsp;2025</p>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://fakta.or.id/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-14.21.54_60e67fdd-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-1700" style="width:471px;height:auto" srcset="https://fakta.or.id/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-14.21.54_60e67fdd-1024x768.jpg 1024w, https://fakta.or.id/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-14.21.54_60e67fdd-300x225.jpg 300w, https://fakta.or.id/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-14.21.54_60e67fdd-768x576.jpg 768w, https://fakta.or.id/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-14.21.54_60e67fdd-1536x1152.jpg 1536w, https://fakta.or.id/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-14.21.54_60e67fdd-2048x1536.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
